<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Sarana Berbagi Ilmu, Teman dan Ketawa Bareng</title>
	<link>http://golden86.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 03:19:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Tuan Tolong Botolnya Ditutup Kembali</title>
		<link>http://golden86.blogsome.com/2008/09/24/tuan-tolong-botolnya-ditutup-kembali/</link>
		<comments>http://golden86.blogsome.com/2008/09/24/tuan-tolong-botolnya-ditutup-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 03:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>golden86</dc:creator>
		
	<category>Humor Politik</category>
		<guid>http://golden86.blogsome.com/2008/09/24/tuan-tolong-botolnya-ditutup-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[	Tuan Tolong Botolnya Ditutup Kembali
	Category: Humor  Politik
	Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan  memancing pakai perahu di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan  tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang  pengusaha.
	 Penasaran&#8230;, si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba  dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<h2>Tuan Tolong Botolnya Ditutup Kembali</h2>
	<h3>Category: <a title="Humor Politik" href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/5/humor_politik.html">Humor  Politik</a></h3>
	<div class="story">Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan  memancing pakai perahu di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan  tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang  pengusaha.</p>
	<p> Penasaran&#8230;, si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba  dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan mejadi Jin raksasa  yang mengambang di depan si pengusaha.</p>
	<p> &quot;Terimakasih tuan, tuan telah  membebaskan saya, untuk ini tuan silahkan meminta tiga permintaan, saya akan  mengabulkannya&quot; kata Jin, seperti format biasa tanda terimakasih Jin yang  dibebaskan oleh manusia.</p>
	<p> Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam  sejenak lalu dia berkata, &quot;Baiklah Jin saya ingin tahun ini tiga kejadian besar  terjadi di negeri saya Indonesia ini, pertama saya ingin nilai tukar rupiah di  negeri saya ini kembali menjadi Rp. 2500 per 1 dollar US nya, kedua saya mau  semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah  dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan, ketiga saya ingin  hukum benar-benar bisa ditegakkan di negeri saya ini.&quot;</p>
	<p> Sang Jin berpikir  sejenak kemudian, menggeleng-gelengkan kepala, pelan-pelan jasadnya kembali  menjadi asap lalu berkumpul masuk kedalam botol itu kembali. Dari dalam botol si  Jin berseru,</p>
	<p> &quot;Tuan, tolong botolnya ditutup kembali&#8230;!!!!!.&quot; </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://golden86.blogsome.com/2008/09/24/tuan-tolong-botolnya-ditutup-kembali/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Menanyakan Kejujuran Politikus</title>
		<link>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/kisah-surat-narapidana-di-tahanan/</link>
		<comments>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/kisah-surat-narapidana-di-tahanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>golden86</dc:creator>
		
	<category>Humor Politik</category>
		<guid>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/kisah-surat-narapidana-di-tahanan/</guid>
		<description><![CDATA[	Menanyakan Kejujuran Politikus
	Category: Humor  Politik
	Rombangan bus politikus berkunjung kedaerah terpencil untuk  kampanye Pilkada. Jalan menuju daerah berliku-liku dan penuh jurang. Setelah  mengadakan kampanye rombongan tersebut pulang ke kota namun naas, ditengah jalan  mobil tersebut masuk jurang. Beberapa penduduk segera menolong mereka dengan  menguburkan para penumpang bus ditempat itu juga. Sehari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<h2>Menanyakan Kejujuran Politikus</h2>
	<h3>Category: <a href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/5/humor_politik.html" title="Humor Politik">Humor  Politik</a></h3>
	<div class="story">Rombangan bus politikus berkunjung kedaerah terpencil untuk  kampanye Pilkada. Jalan menuju daerah berliku-liku dan penuh jurang. Setelah  mengadakan kampanye rombongan tersebut pulang ke kota namun naas, ditengah jalan  mobil tersebut masuk jurang. Beberapa penduduk segera menolong mereka dengan  menguburkan para penumpang bus ditempat itu juga. Sehari kemudian polisi datang  ketempat kejadian lalu menanyakan ke para penduduk setempat.</p>
	<p> Polisi:  &quot;Kemarin ada kecelakaan bus rombongan politikus, bagaimana dengan penumpangnya,  apakah masih ada yang hidup?&quot;<br /> Penduduk: &quot;Iya kemarin sih ada beberapa  penumpang yang merintih: &#8216;tolooong saya pak, saya masih hiduuup.&#8217;&quot;<br /> Polisi:  &quot;Lalu kemana penumpang yang hidup itu sekarang?&quot;<br /> Penduduk: &quot;Sudah kita kubur,  Bapak kan tau sendiri kejujuran politikus. Bilangnya A tapi nyatanya B. Paling  mereka kemarin ngaku hidup, padahal sih sebenarnya sudah mati. Jadi kita kubur  saja!&quot;</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/kisah-surat-narapidana-di-tahanan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Hadiah Untuk Kepahlawanan</title>
		<link>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/pembenaran-artikel-editor-sebuah-surat-kabar/</link>
		<comments>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/pembenaran-artikel-editor-sebuah-surat-kabar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>golden86</dc:creator>
		
	<category>Humor Politik</category>
		<guid>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/pembenaran-artikel-editor-sebuah-surat-kabar/</guid>
		<description><![CDATA[	Hadiah Untuk Kepahlawanan
	Category: Humor  Politik
	Seorang jendral di TNI AD memanggil 3 orang prajurit yang  dianggap pahlawan setelah bertugas di Aceh.
	 Karena ini bukan benar-benar  perang, saya tidak bisa memberi kalian medali. Tapi saya akan tetap memberi anda  hadiah.
	 Yang harus kalian lakukan adalah menentukan dua titik di tubuh  kalian, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<h2>Hadiah Untuk Kepahlawanan</h2>
	<h3>Category: <a href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/5/humor_politik.html" title="Humor Politik">Humor  Politik</a></h3>
	<div class="story">Seorang jendral di TNI AD memanggil 3 orang prajurit yang  dianggap pahlawan setelah bertugas di Aceh.</p>
	<p> Karena ini bukan benar-benar  perang, saya tidak bisa memberi kalian medali. Tapi saya akan tetap memberi anda  hadiah.</p>
	<p> Yang harus kalian lakukan adalah menentukan dua titik di tubuh  kalian, dan saya akan memberikan 100 ribu untuk tiap sentinya. Kita mulai dari  kamu.</p>
	<p> Aztech : &quot;Dari ujung kepala ke ujung kaki , Pak.&quot;</p>
	<p> Jendral :  &quot;Bagus, 180 senti, kamu mendapat 18 juta, lumayan untuk beli  krupuk&quot;</p>
	<p> Lembayung : &quot;Dari ujung jari kiri ke ujung jari kanan,  Pak&quot;</p>
	<p> Jendral : &quot;Bagus sekali, 185 senti, total 18,5 juta. Cukup buat beli  cemilan&quot;</p>
	<p> Gerber : &quot;Dari pundak ke kelingking, Pak&quot;</p>
	<p> Jendral :  &quot;Aneh, tapi baiklah.&quot;</p>
	<p> Pada saat sang Jendral mulai mengukur, &quot;Mana  kelingkingmu, Nak?&quot;</p>
	<p> Gerber : &quot;Di Aceh, Pak&quot;</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/pembenaran-artikel-editor-sebuah-surat-kabar/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Bendera Belanda Berkibar di Papua</title>
		<link>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/sangat-yakin-kalau-sudah-mati/</link>
		<comments>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/sangat-yakin-kalau-sudah-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>golden86</dc:creator>
		
	<category>Humor Politik</category>
		<guid>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/sangat-yakin-kalau-sudah-mati/</guid>
		<description><![CDATA[	Bendera Belanda Berkibar di Papua
	Category: Humor  Politik
	Ini sungguh kejadian yang menjengkelkan. Satu bentuk pelecehan  nasionalisme kita. Siapapun terusik. Bendera Belanda pekan lalu di Gunung  JayaWijaya sudah mulai berkibar. Campur tangan asing makin  kentara.
	  Sekjen Dewan Papua Thoha Al Hamid menceritakan kepada saya  semalam. Tentu berkibarnya bendera Belanda membuat aparat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<h2>Bendera Belanda Berkibar di Papua</h2>
	<h3>Category: <a title="Humor Politik" href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/5/humor_politik.html">Humor  Politik</a></h3>
	<div class="story">Ini sungguh kejadian yang menjengkelkan. Satu bentuk pelecehan  nasionalisme kita. Siapapun terusik. Bendera Belanda pekan lalu di Gunung  JayaWijaya sudah mulai berkibar. Campur tangan asing makin  kentara.</p>
	<p>  Sekjen Dewan Papua Thoha Al Hamid menceritakan kepada saya  semalam. Tentu berkibarnya bendera Belanda membuat aparat polisi meradang. Maka  satu peleton polisi pun dikirmi ke sana. Mereka merayap, siaga penuh. Sambil  mengendap-endap, senjata laras panjang pun mulai terkokang. Sang komandan  sesekali berkomunikasi melalui HT. Dalam jarak 100 meter mereka mengepung rumah  itu. Semuanya siaga penuh.</p>
	<p>  Wajar saja mereka geram, karena tidak hanya  bendera OPM yang sering berkibar di sana. Kini malah bendera Belanda. Papua  memang ibarat kubangan tambang emas. Baik Amerika maupun Uni Eropa semua berebut  menambang kekayaan alam di sana. Diam-diam, perang kepentingan sudah berkecamuk  keras. Meski sebenarnya pemerintah Indonesia masih adem ayem saja.</p>
	<p>  Lima  polisi kemudian menggebrak rumah itu. Para penghuni histeris. Jhon Mambo,  pemilik rumah, meski dikepung dua peleton polisi tetap tenang saja. Ia yang  berprofesi pengacara tentu tahu prosedur. Katanya, &quot;Ada apa ini?&quot;, Polisipun  nyaut, &quot;Anda mengibarkan bendera Belanda, Anda kami tangkap, Ayo ke markas&quot; satu  polisi menarik keras Jhon.</p>
	<p>  Tapi tangan kekar Jhon menampiknya. Ia tidak  kalah galaknya. Katanya, &quot;Bapak ini kurang kerjaan, apa? Saya memang mengibarkan  bendera Belanda. Karena saya pendukung kesebelasan Belanda. Lihat tuh&#8230;  !!!&quot;</p>
	<p>  Jhon menunjuk kepala suku yang rumahnya berjarak 200 meter ke arah  bawah. &quot;Itu bendera Brasil berkibar&#8230;.&quot;</p>
	<p>  Polisi &quot; Oh..Demam Piala Dunia  Udah di mulai ya&#8230;.&quot;</p>
	<p>  Serius amat seh&#8230;.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://golden86.blogsome.com/2008/09/17/sangat-yakin-kalau-sudah-mati/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Penyebab Sapi Gila</title>
		<link>http://golden86.blogsome.com/2008/09/15/main-hakim-rame-rame/</link>
		<comments>http://golden86.blogsome.com/2008/09/15/main-hakim-rame-rame/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 04:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>golden86</dc:creator>
		
	<category>Humor Umum</category>
		<guid>http://golden86.blogsome.com/2008/09/15/main-hakim-rame-rame/</guid>
		<description><![CDATA[	Penyebab Sapi Gila
	Category: Humor Umum
	Suatu ketika ada seorang reporter dari sebuah televisi swasta  di Jakarta, dan reporter itu bermaksud berkunjung ke sebuah peternakan sapi  perah untuk mencari keterangan seputar penyebab sapi gila:
	  Reporter tv :  &quot;Menurut bapak apa yang menjadi penyebab sapi bisa gila itu  pak?&quot;
	  Peternak sapi : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<h2>Penyebab Sapi Gila</h2>
	<h3>Category: <a href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/2/humor_umum.html" title="Humor Umum">Humor Umum</a></h3>
	<div class="story">Suatu ketika ada seorang reporter dari sebuah televisi swasta  di Jakarta, dan reporter itu bermaksud berkunjung ke sebuah peternakan sapi  perah untuk mencari keterangan seputar penyebab sapi gila:</p>
	<p>  Reporter tv :  &quot;Menurut bapak apa yang menjadi penyebab sapi bisa gila itu  pak?&quot;</p>
	<p>  Peternak sapi : &quot;Karena sapi hanya beranak 1 tahun  sekali.&quot;</p>
	<p>  Reporter tv : &quot;Ma&rsquo;af pak, bukan soal itu yang kami tanyakan,  yang kami tanyakan adalah kenapa sapi bisa gila?&quot;</p>
	<p>  Peternak sapi : &quot;Karena  kami memeras susunya setiap pagi.&quot;</p>
	<p>  Reporter tv : (Dengan kesal) &quot;Sekali  lagi ma&rsquo;af pak, jawaban bapak sama sekali tidak nyambung dengan pertanyaan  kami!!!&quot;</p>
	<p>  Peternak sapi : (Dengan marah &ndash; marah) &quot;Saudari ini  bagaimana?!?! bayangkan saja hal ini terjadi dalam kehidupam saudari!!! setiap  pagi susu saudari di remas &ndash; remas dan saudari harus menunggu selama sat tahun  untuk di setubuhi, apa saudari tidak gila???&quot;</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://golden86.blogsome.com/2008/09/15/main-hakim-rame-rame/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
