Sarana Berbagi Ilmu, Teman dan Ketawa Bareng

Custom Search

September 24, 2008

Tuan Tolong Botolnya Ditutup Kembali

Filed under: Humor Politik

Tuan Tolong Botolnya Ditutup Kembali

Category: Humor Politik

Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan memancing pakai perahu di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang pengusaha.

Penasaran…, si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan mejadi Jin raksasa yang mengambang di depan si pengusaha.

"Terimakasih tuan, tuan telah membebaskan saya, untuk ini tuan silahkan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya" kata Jin, seperti format biasa tanda terimakasih Jin yang dibebaskan oleh manusia.

Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam sejenak lalu dia berkata, "Baiklah Jin saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di negeri saya Indonesia ini, pertama saya ingin nilai tukar rupiah di negeri saya ini kembali menjadi Rp. 2500 per 1 dollar US nya, kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan, ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di negeri saya ini."

Sang Jin berpikir sejenak kemudian, menggeleng-gelengkan kepala, pelan-pelan jasadnya kembali menjadi asap lalu berkumpul masuk kedalam botol itu kembali. Dari dalam botol si Jin berseru,

"Tuan, tolong botolnya ditutup kembali…!!!!!."

September 17, 2008

Menanyakan Kejujuran Politikus

Filed under: Humor Politik

Menanyakan Kejujuran Politikus

Category: Humor Politik

Rombangan bus politikus berkunjung kedaerah terpencil untuk kampanye Pilkada. Jalan menuju daerah berliku-liku dan penuh jurang. Setelah mengadakan kampanye rombongan tersebut pulang ke kota namun naas, ditengah jalan mobil tersebut masuk jurang. Beberapa penduduk segera menolong mereka dengan menguburkan para penumpang bus ditempat itu juga. Sehari kemudian polisi datang ketempat kejadian lalu menanyakan ke para penduduk setempat.

Polisi: "Kemarin ada kecelakaan bus rombongan politikus, bagaimana dengan penumpangnya, apakah masih ada yang hidup?"
Penduduk: "Iya kemarin sih ada beberapa penumpang yang merintih: ‘tolooong saya pak, saya masih hiduuup.’"
Polisi: "Lalu kemana penumpang yang hidup itu sekarang?"
Penduduk: "Sudah kita kubur, Bapak kan tau sendiri kejujuran politikus. Bilangnya A tapi nyatanya B. Paling mereka kemarin ngaku hidup, padahal sih sebenarnya sudah mati. Jadi kita kubur saja!"

Hadiah Untuk Kepahlawanan

Filed under: Humor Politik

Hadiah Untuk Kepahlawanan

Category: Humor Politik

Seorang jendral di TNI AD memanggil 3 orang prajurit yang dianggap pahlawan setelah bertugas di Aceh.

Karena ini bukan benar-benar perang, saya tidak bisa memberi kalian medali. Tapi saya akan tetap memberi anda hadiah.

Yang harus kalian lakukan adalah menentukan dua titik di tubuh kalian, dan saya akan memberikan 100 ribu untuk tiap sentinya. Kita mulai dari kamu.

Aztech : "Dari ujung kepala ke ujung kaki , Pak."

Jendral : "Bagus, 180 senti, kamu mendapat 18 juta, lumayan untuk beli krupuk"

Lembayung : "Dari ujung jari kiri ke ujung jari kanan, Pak"

Jendral : "Bagus sekali, 185 senti, total 18,5 juta. Cukup buat beli cemilan"

Gerber : "Dari pundak ke kelingking, Pak"

Jendral : "Aneh, tapi baiklah."

Pada saat sang Jendral mulai mengukur, "Mana kelingkingmu, Nak?"

Gerber : "Di Aceh, Pak"

Bendera Belanda Berkibar di Papua

Filed under: Humor Politik

Bendera Belanda Berkibar di Papua

Category: Humor Politik

Ini sungguh kejadian yang menjengkelkan. Satu bentuk pelecehan nasionalisme kita. Siapapun terusik. Bendera Belanda pekan lalu di Gunung JayaWijaya sudah mulai berkibar. Campur tangan asing makin kentara.

Sekjen Dewan Papua Thoha Al Hamid menceritakan kepada saya semalam. Tentu berkibarnya bendera Belanda membuat aparat polisi meradang. Maka satu peleton polisi pun dikirmi ke sana. Mereka merayap, siaga penuh. Sambil mengendap-endap, senjata laras panjang pun mulai terkokang. Sang komandan sesekali berkomunikasi melalui HT. Dalam jarak 100 meter mereka mengepung rumah itu. Semuanya siaga penuh.

Wajar saja mereka geram, karena tidak hanya bendera OPM yang sering berkibar di sana. Kini malah bendera Belanda. Papua memang ibarat kubangan tambang emas. Baik Amerika maupun Uni Eropa semua berebut menambang kekayaan alam di sana. Diam-diam, perang kepentingan sudah berkecamuk keras. Meski sebenarnya pemerintah Indonesia masih adem ayem saja.

Lima polisi kemudian menggebrak rumah itu. Para penghuni histeris. Jhon Mambo, pemilik rumah, meski dikepung dua peleton polisi tetap tenang saja. Ia yang berprofesi pengacara tentu tahu prosedur. Katanya, "Ada apa ini?", Polisipun nyaut, "Anda mengibarkan bendera Belanda, Anda kami tangkap, Ayo ke markas" satu polisi menarik keras Jhon.

Tapi tangan kekar Jhon menampiknya. Ia tidak kalah galaknya. Katanya, "Bapak ini kurang kerjaan, apa? Saya memang mengibarkan bendera Belanda. Karena saya pendukung kesebelasan Belanda. Lihat tuh… !!!"

Jhon menunjuk kepala suku yang rumahnya berjarak 200 meter ke arah bawah. "Itu bendera Brasil berkibar…."

Polisi " Oh..Demam Piala Dunia Udah di mulai ya…."

Serius amat seh….

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main